Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa

Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa - Apakah sahabat sedang mencari informasi tentang ALHAD TIME ?, Nah isi dalam Artikel ini disusun agar pembaca dapat memperluas pegetahuan tentang Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan referensi dari semua pembahasan untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Hari ini, Artikel Berita Politik Terbaru, Artikel Berita Terhangat, Artikel Info Politik, Artikel Politik Indonesia, Artikel Politik Terbaru, yang kami suguhkan ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa
link : Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa


Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa


Oleh Zeng Wei Jian

Ahok adalah gubernur terburuk yang pernah dimiliki Jakarta. Dia mengirim seribu tentara, polisi, penjaga county dan mesin berat untuk meledakkan rumah orang-orang. Menghancurkan kehidupan mereka.

Media berbahasa asing, cannonball LSM dan orang gila tidak pernah membicarakannya. Mereka menggoreng dan mengacak berita tentang kasus blashpemy (penodaan agama) Ahok. Mereka mengocehnya. Seolah-olah orang-orang muslim telah melakukan ketidakadilan, menganiaya minoritas. Melanggar hak asasi manusia. Kenyataannya, ini jauh dari kebenaran.

Para jurnalis palsu tersebut mencoba mendiskreditkan seluruh bangsa. Mengabaikan sistem peradilan pidana Indonesia. Putusan itu dinyatakan tanpa keraguan. Ahok ditegaskan penghujat.

Selain kasus blashpemy, Ahok terlibat dalam tujuh skandal korupsi tersisih yang tak tersentuh. Dia secara terbuka memarahi dan mengutuk ibu tunggal, sipil dan pemerintah yang tidak bersalah. Dalam acara televisi langsung, dia mengutuk Anggota Parlemen. Menggunakan kata-kata kasar, kotor, dan menghina. Dia menstimulasi dan mencela mereka sebagai pencuri anggaran.

Di Indonesia, tidak ada gerakan anti-minoritas. Pada 2015, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan bahwa ada 61.000 gereja Kristen yang jumlahnya tersebar di seluruh negeri.

Menurut penyelidikan Oxfam, kekayaan empat konglomerat terkaya sama dengan 100 juta kekayaan warga biasa. Keempat taipan terkaya tersebut keturunan Tionghoa.

Setelah pelecehan verbal Ahok, pada Holy Quran, pendukungnya, pengikut dan pengikut setia mengikutinya. Di media sosial, mereka meluncurkan serangan agresif terhadap ajaran Islam dan simbol agama. Kami hampir tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.

Tidak seperti Amerika, Eropa dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya, minoritas diperlakukan dengan baik dan dilindungi di sini di Indonesia. Seorang wanita Kristen dengan liontin yang melintang tidak pernah dilecehkan atau diintimidasi di jalan. Di negara-negara yang didominasi Kristen, perempuan muslim sangat sering diserang secara brutal. Hanya karena mereka memakai jilbab.

Jadi, kekalahan dua digit Ahok dalam pemilihan tidak ada kaitannya dengan isu rasisme dan minoritas. Ia terjerembab karena kegagalannya dan kesalahan mematikan dalam membangun strategi, perhitungan, manuver, dan metodologi.

Saya adalah keturunan Tionghoa, bukan Muslim, dan saya tidak memilih Ahok. Tak pernah.

-TAMAT-




Demikianlah Artikel Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa

Sekianlah artikel Zeng Wei Jian: Indonesia Surga Bagi Kaum Minoritas, Yang Tak Didapat di Amerika dan Eropa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

Sponsor Situs Kami